Saya bukanlah pribadi yang pintar memperhitungkan apapun, dan kebodohan terbesarnya adalah saya terlalu berani mempertaruhkan semuanya.
Ini bukan lagi titik nol, ini minus. Jika tuhan membaca tulisan ini, saya ingin menyampaikan maaf. Entahlah maaf jenis apa yang terbesar dan paling ikhlas atau paling putih atau jenis maaf seperti apa yang engkau inginkan? Itu. Maaf.
Ubah aku seperti manusia normal yang hidup normal dengan taraf kebahagiaan dan kesedihan yang tak terlalu jomplang.
Bisakah saya mencobanya lagi. Mungkin aku belum pemanasan, atau mungkin kaki ku masih terlalu lemah. Setidaknya berdiri saja dulu perlahan baru berjalan dan berlari. Tak perlu terbang.
Setidaknya hidup ku berpindah ke titik lainnya yang lebih baik.
Tubuhku belantara yang lebih pekat dari 3-4 tahun lalu. Hutan yang dipenuhi setan-setan. Aku tersesat di dalam diriku sendiri.
HIDUP KEPARAT BERISI BAJINGAN-BAJINGAN YANG MEMOTONG KEPALA ORANG LAIN KARENA TAK INGIN KEPALANYA LEBIH RENDAH DARI SIAPAPUN!
MAAF MAAF MAAF MAAF MAAF jenis apa yang kau mau?
Ubah aku, ubah isi kepalaku
Ubah atau setidaknya tiadakan aku.